Label: ,

Budayaku Menangis

Secercah harapan yang dinanti
Memajukan tangan-tangan selangit
Menebar kenyataan manis
Namun apa nyatanya
Pertiwi semakin gersang karya
Tumpah tanah tiada terkira
Tunas-tunas yang tak peduli

Lilin-lilin yang termakan angin
Angin-angin yang tak pandang tebing
Budayaku kian menangis
Menanti pahlawan pembaharu
Membangunkan putri dari tidurnya

Dikala sedih kian merintih
Melihat emas kian tak berharga
Dimata mereka kian menyampah
Sampai kapankah ini terhenti
Wahai calon nahkoda

0 komentar:

Posting Komentar