Secercah harapan yang dinanti
Memajukan tangan-tangan selangit
Menebar kenyataan manis
Namun apa nyatanya
Pertiwi semakin gersang karya
Tumpah tanah tiada terkira
Tunas-tunas yang tak peduli
Lilin-lilin yang termakan angin
Angin-angin yang tak pandang tebing
Budayaku kian menangis
Menanti pahlawan pembaharu
Membangunkan putri dari tidurnya
Dikala sedih kian merintih
Melihat emas kian tak berharga
Dimata mereka kian menyampah
Sampai kapankah ini terhenti
Wahai calon nahkoda
Label:
Ethnic,
Untuk Budayaku
Budayaku Menangis
Diposting oleh
Ahmad Faisel
Kamis, 23 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar